Tampilkan postingan dengan label gagasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gagasan. Tampilkan semua postingan

soekarno dan marxisme


Sejak muda Bung Karno sudah jadi pengagum Marxisme. Dalam usia dua puluh lima tahun, dengan tujuan mempersatukan kekuatan bangsa melawan kolonialisme, Bung Karno sudah mengemukakan arti penting Marxisme dan menilai pentingnya kekuatan kaum Marxis di Indonesia. Dalam karyanya, Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme, yang diterbitkan tahun 1926, Bung Karno menulis: Partai Boedi Oetomo, ‘marhum’ Nationaal Indische Partij yang kini masih ‘hidup’, Partai Sarekat Islam, Perserikatan Minahasa, Partai Komunis Indonesia, dan masih banyak partai-partai lain ... itu masing-masing mempunyai rokh Nasionalisme, rokh Islamisme, atau rokh Marxisme adanya. Dapatkah roch-roch ini dalam politik jajahan bekerja bersama-sama menjadi satu Rokh yang Besar, Roch Persatuan? Rokh Persatuan yang akan membawa kita ke-lapang ke-Besaran?


download bacaan teori-teori klasik perjuangan klas di sini

Manifesto Industrialisasi Kaltim (1)

Awalan

Rakyat Kalimantan timur, pasti sependapat dengan pernyataan, “Kalimantan timur adalah salah satu provinsi terkaya di Indonesia, tapi mengapa angka kemiskinan masih begitu besar?”. Meski pemerintah selalu beralasan bahwa pendatanglah yang menyebabkan tingkat kemiskinan semakin besar, namun tentu hal tersebut tidak akan terjadi sekiranya tingkat serapan tenaga kerja (employment effect) berjalan secara secara linear dengan tenaga kerja yang ada. Banyak variable yang menjadi penyebab, salah satunya adalah pertumbuhan industri lokal daerah yang berjalan lambat.